Minggu, 25 Januari 2015

SMA N. 4 Batam menonton "SENYAP"

Film yang dirilis tahun 2014 ini memberikan pesan dan kesan tersendiri bagi penontonnya. Melihat semua adegan yang ditayangkan bukan sebuah acting. Melainkan saksi bisu sejarah yang tersembunyi dibalik "SENYAP". Bangsa pembunuh dengan dalih melenyapkan ideologi Komunis. Bukanlah sebuah alasan untuk menebarkan kebaikan tentunya, ataupun sebuah cara untuk melenyapkan kejahatan. Karena ideologi adalah landasan prinsipil tentang bagaimana seseorang mengatur dirinya sendiri, masyarakat, dan lingkungan yang ditempati. Ideologi tidak pernah salah karena Tuhan menciptakan manusia dengan pola pikir yang berbeda-beda. Dan dari pola pikir itulah ideologi lahir.
Sesungguhnya tidak logis, alasan dibalik pembantaian penganut ideologi Komunis di Indonesia karena faktanya, korban yang dibunuh sebagian besar tidak terlibat sama sekali dalam Gerakan 30 September 1965. Beberapa pertanyaan besar mulai muncul, "Mengapa begitu mudahnya mereka yang terlibat membunuh orang-orang yang selama ini ia kenal dengan baik, santun, beragama, yang hanya terduga penganut PKI yang dibunuh secara keji seperti binatang? Dimana keadilan bagi yang tertuduh? Dimana negara saat yang miskin terduga dan mati? Dimana negara yang seharusnya menjadi pelindung? Alfakah disini?
Dan para keluarga korban hanya bisa diam saat ini. Terus diam dan berharap peristiwa keji itu tidak pernah terjadi.
Tapi kini, SENYAP berbicara dengan sedikit suara. Yang membuat kami mengerti dan telah mengungkapkan kekeliruan sejarah yang disampaikan guru SD kami tempo hari.
Pembantaian itu adalah sejarah suram yang harus diungkap, bukan dengan diam. Melainkan diamati dan sebagai pembelajaran untuk masa yang akan datang agar kami tidak salah menilai sejarah bangsanya sendiri.
Batam, 23 Januari 2015
By. Tjahya Ningsih
Kelas, XII IPS 4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar